ingkatkan Soliditas TNI - Polri, Yonkav 6/NK Dan Polsek Sunggal Menggelar Latihan Menembak Bersama
Tim Wasrik Itjenad Mengadakan Pengawasan Dan Pemeriksaan di Yonkav 6/NK
Olah Raga Bersama Ciptakan Kekeluargaan Antar Warga Yonkav 6/NK
Samapta Periodik II TA 2017 Tingkatkan Jasmani Prajurit Yonkav 6/NK
Tradisi Pindah Satuan Personel Yonkav 6/NK
Prajurit Yonkav 6/NK Nonton Bareng Film Merah Putih Memamanggil
Prajurit Yonkav 6/NK Ramaikan Lantamal I Belawan Pada HUT Ke 72 TNI
Yonkav 6/NK Juara III Lomba Ton Tangkas Kodam I/BB Priode II TA. 2017
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Dan Bela Negara di Kampus STPP Medan
Yonkav 6/NK Rayakan Idul Adha " Berqurban tingkatkan Iman dan Taqwa "
Yonkav 6/NK ikut meriahkan perlombaan 17 Agustus
Acara Syukuran HUT Ke 63 Yonkav 6/NK
Pameran Alutsista Yonkav 6/NK
Kunjungan Pangdam I/BB ke Yonkav 6/NK
Latihan Menembak Senjata Kendaraan Tempur yonkav 6/NK
***** BATALYON KAVALERI 6/NAGA KARIMATA MAJU TERUS PANTANG MUNDUR *****
Asal Mula Naga Karimata
Pada masa pemerintahan kerajaan deli, Sultan Deli mempunyai 2 orang putra dan 1 orang putri. Putri ini adalah anak bungsu dari Sultan Deli mempunyai wajah yang sangat cantik bernama “Putri Hijau”. Kabar kecantikan Putri Hijau ini tersebar ke negeri Aceh.
      
Sultan Aceh yang mendengar berita ini, timbul hasrat nya untuk memperistri Putri Hijau. Dikirimkan lah utusan untuk meminang Putri Hijau. Tapi sang Putri menolak.
     
Sultan Aceh murka. Memerintahkan para hulubalang, dan balatentaranya untuk menghancurkan negeri Deli. Kemudian memboyong Putri Hijau ke negeri Aceh. Segera diadakan serangan yang pertama namun gagal. Pasukan Aceh kembali melancarkan serangan nya yang kedua sehingga pasukan Deli kewalahan.
      
Melihat kejadian ini, putra sulung sultan Deli merasa cemas dan berdoa memohon kekuatan maka berubahlah dia menjadi sebuah meriam yang besar yang tidak henti hentinya memuntahkan peluru hingga laras meriam tadi menjadi panas dan hancur bagian depan. Yang sering disebut orang dalam cerita  MERIAM BUNTUNG. Dapat kita lihat di istana Kesultanan Deli.
     
Dengan hancurnya meriam tersebut, rakyat Deli terancam keselamatanya. Sulta Deli mengirim utusan dengan jalan damai kepada sultan Aceh. Mendegar keputusan ayahnya, Putra Sultan Deli yang kedua menghilang tanpa bekas. Sang putri sangat terkejut namun apa hendak dikata mufakat telah terjadi dan Putri Hijau menuruti kehendak ayah nya.

Sang Putri mengajukan syarat perkawinan : Kapal yang membawa putri dari Deli sampai Aceh harus terdapat 1 ruangan tertutup berdinding kaca dan dia akan tinggal disitu selama perjalanan.

Setiap rakyat Aceh yang menjemput putri di pantai harus membawa telur 2 butir dan membawa bertih 1 genggam dan ditaburkan ketepi pantai.

Persyaratan ini dikabulkan oleh Sultan Aceh.
    
Tibalah saat nya, sang Putri berangkat ke Aceh dengan kapal yang telah disiapkan. Ketika kapal mendekati pantai Aceh timur rakyat Aceh telah menuggu kedatangan sang Putri, sedangkan air laut dipantai kelihatan putih berkilau- kilau akibat dari telur dan bertih sesuai permintaan sang Putri Hijau. Makin cemas hati sang Putri karena sesungguhnya tidak rela di persunting oleh sultan Aceh. Tiba-tiba timbul lah keajaiban. Hari berubah menjadi gelap angin bertiup kencang, air laut menjadi bergelombang. Timbul lah seekor naga raksasa yang mengeluarkan hawa panas dan bau busuk. Negara tersebut marah dan mengipas- ngipaskan ekor nya ke arah pantai. Rakyat yang hendak menyambut kedatangan sang putri segera melarikan diri. Tidak sedikit yang jadi korban.

Inilah pembalasan dendam sang Naga.

Menurut cerita : Naga itu adalah jelmaan abang dari Putri Hijau yang datang untuk melampiaskan kemarahanya. Armada pengawal sang Putri Hijau dihempaskan kedasar lautan dan dengan sigapnya ruangan dimana sang putri berada diangkat diatas kepala dan segera menyelam kedasar lautan. Setelah itu suasana berubah menjadi tenang seperti sediakala seakan –akan tidak terjadi apa- apa.

Menurut cerita nenek moyang orang-orang Sumatera Timur, Naga Karimata setiap tahun timbul untuk menunjukan kepada orang-orang Sumatera Timur bahwa dia tetap mengawasi negeri Deli serta laut nya.
      
Demikian lah penjelasan riwayat lambang Naga Karimata yang merupakan kebanggaan dari Yonkav 6/Serbu. Semoga dengan penjelasan yang singkat ini tidak ada keragu-raguan dan penafsiran yang bukan–bukan mengenai penggunaan gambar Karimata sebagai lambang Yonkav 6/Serbu dan sekarang menjadi Yonkav 6/Naga Karimata.
Hubungi Kami
Batalyon Kaveleri 6/Naga Karimata
Kodam I/Bukit Barisan
Jl. Bunga Raya Kel. Asam Kumbang,
Kec.Medan Selayang - Sumatera Utara
Telp/Fax. (061) 8217570
E-mail. info@yonkav6serbu.mil.id
 
Berita & Kegiatan
Selengkapnya ❯
copyright ©2017 • YONKAV 6/Naga Karimata
all right reserved