Acara HUT Persit ke 72 Cabang XIII Yonkav 6
3 Prajurit Terbaiknya Ikut Serta dalam Satgas Yon Komposit TNI Konga
Persit KCK Cab XIII Yonkav 6 Raih Juara Umum Dalam Rangka HUT Ke-72 Persit KCK
Danyonkav 6/NK Pimpin Pelepasan 3 Prajurit Terbaiknya Pindah Satuan
Mayor Kav Ikhsan Maulana Pradana,S.I.P. Resmi menjadi Warga Baru Naga Karimata
Warga Baru Naga Karimata Diharap Dapat Melaksanakan Tugas Pokok Dengan Baik
Sosialisasi P4GN Prajurit Naga Karimata
Putra Prajurit Naga Karimata Raih Juara I Turnamen Futsal dan Beasiswa di Politeknik LP3I Medan
Rekreasi Keluarga Besar Yonkav 6/NK Pererat Tali Silaturahmi Antar Sesama Prajurit Beserta Keluarga
Prajurit Yonkav 6/NK Bantu Korban Laka Lalin
Slog Kodam I/BB Cek Alkap Satuan Yonkav 6/NK
Prajurit Yonkav 6/NK Melaksanakan Samapta Garjas A Lari 3200 Meter
Persit KCK Cab XIII Yonkav 6Ikuti Lomba Pos KB Kes Terpadu, Rumah Sehat dan Bayi Sehat
Yonkav 6/NK Rayakan HUT Kavaleri Ke 68
Yonkav 6/NK Gelar Ziarah Menjelang HUT ke 68 KAVAD Tahun 2018
***** BATALYON KAVALERI 6/NAGA KARIMATA MAJU TERUS PANTANG MUNDUR *****
Asal Mula Naga Karimata
Pada masa pemerintahan kerajaan deli, Sultan Deli mempunyai 2 orang putra dan 1 orang putri. Putri ini adalah anak bungsu dari Sultan Deli mempunyai wajah yang sangat cantik bernama “Putri Hijau”. Kabar kecantikan Putri Hijau ini tersebar ke negeri Aceh.
      
Sultan Aceh yang mendengar berita ini, timbul hasrat nya untuk memperistri Putri Hijau. Dikirimkan lah utusan untuk meminang Putri Hijau. Tapi sang Putri menolak.
     
Sultan Aceh murka. Memerintahkan para hulubalang, dan balatentaranya untuk menghancurkan negeri Deli. Kemudian memboyong Putri Hijau ke negeri Aceh. Segera diadakan serangan yang pertama namun gagal. Pasukan Aceh kembali melancarkan serangan nya yang kedua sehingga pasukan Deli kewalahan.
      
Melihat kejadian ini, putra sulung sultan Deli merasa cemas dan berdoa memohon kekuatan maka berubahlah dia menjadi sebuah meriam yang besar yang tidak henti hentinya memuntahkan peluru hingga laras meriam tadi menjadi panas dan hancur bagian depan. Yang sering disebut orang dalam cerita  MERIAM BUNTUNG. Dapat kita lihat di istana Kesultanan Deli.
     
Dengan hancurnya meriam tersebut, rakyat Deli terancam keselamatanya. Sulta Deli mengirim utusan dengan jalan damai kepada sultan Aceh. Mendegar keputusan ayahnya, Putra Sultan Deli yang kedua menghilang tanpa bekas. Sang putri sangat terkejut namun apa hendak dikata mufakat telah terjadi dan Putri Hijau menuruti kehendak ayah nya.

Sang Putri mengajukan syarat perkawinan : Kapal yang membawa putri dari Deli sampai Aceh harus terdapat 1 ruangan tertutup berdinding kaca dan dia akan tinggal disitu selama perjalanan.

Setiap rakyat Aceh yang menjemput putri di pantai harus membawa telur 2 butir dan membawa bertih 1 genggam dan ditaburkan ketepi pantai.

Persyaratan ini dikabulkan oleh Sultan Aceh.
    
Tibalah saat nya, sang Putri berangkat ke Aceh dengan kapal yang telah disiapkan. Ketika kapal mendekati pantai Aceh timur rakyat Aceh telah menuggu kedatangan sang Putri, sedangkan air laut dipantai kelihatan putih berkilau- kilau akibat dari telur dan bertih sesuai permintaan sang Putri Hijau. Makin cemas hati sang Putri karena sesungguhnya tidak rela di persunting oleh sultan Aceh. Tiba-tiba timbul lah keajaiban. Hari berubah menjadi gelap angin bertiup kencang, air laut menjadi bergelombang. Timbul lah seekor naga raksasa yang mengeluarkan hawa panas dan bau busuk. Negara tersebut marah dan mengipas- ngipaskan ekor nya ke arah pantai. Rakyat yang hendak menyambut kedatangan sang putri segera melarikan diri. Tidak sedikit yang jadi korban.

Inilah pembalasan dendam sang Naga.

Menurut cerita : Naga itu adalah jelmaan abang dari Putri Hijau yang datang untuk melampiaskan kemarahanya. Armada pengawal sang Putri Hijau dihempaskan kedasar lautan dan dengan sigapnya ruangan dimana sang putri berada diangkat diatas kepala dan segera menyelam kedasar lautan. Setelah itu suasana berubah menjadi tenang seperti sediakala seakan –akan tidak terjadi apa- apa.

Menurut cerita nenek moyang orang-orang Sumatera Timur, Naga Karimata setiap tahun timbul untuk menunjukan kepada orang-orang Sumatera Timur bahwa dia tetap mengawasi negeri Deli serta laut nya.
      
Demikian lah penjelasan riwayat lambang Naga Karimata yang merupakan kebanggaan dari Yonkav 6/Serbu. Semoga dengan penjelasan yang singkat ini tidak ada keragu-raguan dan penafsiran yang bukan–bukan mengenai penggunaan gambar Karimata sebagai lambang Yonkav 6/Serbu dan sekarang menjadi Yonkav 6/Naga Karimata.
Hubungi Kami
Batalyon Kaveleri 6/Naga Karimata
Kodam I/Bukit Barisan
Jl. Bunga Raya Kel. Asam Kumbang,
Kec.Medan Selayang - Sumatera Utara
Telp/Fax. (061) 8217570
E-mail. info@yonkav6serbu.mil.id
 
Berita & Kegiatan
12 Apr 2018    Media Center Yonkav 6
12 Apr 2018    Media Center Yonkav 6
Selengkapnya ❯
copyright ©2018 • YONKAV 6/Naga Karimata
all right reserved