Menembak Senjata Kendaraan Tempur merupakan kemampuan teknis yang
harus dimiliki oleh personel Satuan Kavaleri dengan jabatan Tamtama Penembak
Senjata Kendaraan Tempur maupun Komandan Kendaraan yang memimpin Kendaraan
Tempur tersebut. Batalyon Kavaleri 6/ Naga Karimata sebagai Satuan
Kavaleri yang mengoperasikan Kendaraan Tempur jenis Tank AMX 13 Canon dan Tank
AMX 13 APC melaksanakan Latihan Menembak Senjata Kendaraan Tempur
bertempat di Daerah Latihan Kutalimbaru Kec. Pancur Batu, Rabu (26/07).
Komandan Bataliyon Kavaleri 6/ Naga Karimata Letnan Kolonel Kav Syamsul Arifin,
S.E. M.Tr.(Han). memimpin langsung latihan menembak senjata Ranpur
yang dilaksanakan meliputi menembak senjata Kanon AMX 13 Canon kaliber 75 mm
dan senjata Senapan Mesin Berat (SMB) Brwonig. 50. Penembakan dilaksanakan
secara statis disesuaikan dengan jarak efektif dari masing-masing senjata dan
medan latihan yang tersedia dimana sasaran Kanon AMX 13 Canon ditempatkan pada
jarak 1000 meter dan Senapan Mesin Berat (SMB) Brwonig. 50 pada jarak 500
meter. Latihan menembak kali ini melibatkan seluruh personel dengan jabatan
organik Tabaknon dan Tabak SMB yang ada di satuan saat ini.
Dalam latihan menembak tersebut Komandan Batalyon menyampaikan bahwa,Ranpur
yang dioperasikan seluruh Satuan Kavaleri, Ranpur Tank AMX 13 Canon 75 mm memiliki
beberapa kekhususan dalam pelaksanaan penembakan senjata Ranpur yang terdapat
pada Ranpur tersebut. Berbeda dengan Ranpur Tank ataupun APC roda rantai, Ranpur
Tank AMX 13 Canon 75 mm memiliki 1 buah kubah senjata (weapon turret).
Danyonkav 6/NK juga menambahkan
bahwa, untuk menembak kanon terakhir dilaksanakan pada Tahun 2003 sehingga pada tahun
2017 ini dilaksanakan kembali menembak senjata Kanon AMX 13 Canon kaliber 75 mm
guna untuk mencapai kualifikasi mahir dalam kemampuan teknis
menembak senjata Ranpur. Penggunaan munisi tajam dan dinamika yang terjadi
selama penembakan merupakan faktor penentu tersendiri dalam menilai
keberhasilan latihan. Penilaian keberhasilan latihan menembak senjata Ranpur
tidak semata-mata berdasarkan hasil perkenaan sasaran melainkan juga
berdasarkan kemampuan dalam membidik sasaran dan melayani senjata serta
mengatasi gangguan selama penembakan, jelasnya.