|
17 Agt 2012
Membangun Nasionalisme Bercermin Dari Kepahlawanan Keluarga
Danyonkav 6/Serbu Letkol Kav Setiawan Arismunandar, S. IP punya tanggung jawab menempa kualitas pasukan pengibar Duplikat Bendera Pusaka (Paskibraka), tiga bulan sebelum hari H 17 Agustus 2012 pelajar terbaik dari kabupaten kota se Sumut setelah diseleksi dari ribuan siswa sampai dengan mulai proses menuju penggemblengan. Letkol Kav Setiawan Arismunandar mengatakan “tesnnya bukan hanya dari postur tubuh dan bisa baris berbaris saja. Generasi muda tersebut ditest psikologi hingga pengetahuan umum termasuk nasionalisme keindonesiaan, hanya yang terbaik yang bisa menjadi pasukan Paskibraka. Dari hasil seleksi tersebut seorang putra dan putri sebagai wakil daerah menjadi anggota Paskibraka Sumut. Perwakilan dari daerah itu digembleng penuh. Tujuannya adalah supaya mental dan kedisiplinan bisa tertempa, dan pada ahirnya karena terus bersama terlihat siapa saja anggota Paskibraka yang siap dan tidak , terutama dari sisi mental. Apalagi selama di asrama, kesempatan anggota Paskibraka itu cukup minim untuk bisa berinteraksi dengan keluarga, teman, maupun dunia luar. Latihan di lokasi sebagai tempat upacara, agama , ekstrakurikuler . muara dari semuanya adalah menjadikan mereka sebagai yang terbaik. Bagi Letkol Kav Setiawan Arismunandar, S. IP untuk menjadi terbaik tak semata harus bagian Paskibraka karena yang terpenting dalam kehidupan adalah berkualitas positif. Mengacu pada bulan Proklamasi semangat keindonesiaan yang harus dipompa. Membangun nasionalisme cermin dari kepahlawanan yang dimulai dari keluarga. Berhubungan dengan pengibaran Sang Merah Putih, bukan kali perdana bagi Letkol Kav Setiawan Arismunandar, S. IP . karena pada tanggal 17 Agustus 2003 pernah terkait langsung dengan Merah Putih yang dijahit Ibu Negara Fatmawati Soekarno, tatkala dipilih menjadi Komandan Paskibraka di Istana Negara dengan Inspektur upacara Presiden Megawati Suekarno Putri. Ikut digembleng dan menggembleng siswa terbaik dari seluruh Indonesia Letkol Kav Setiawan Arismunandar, S. IP tak sekedar memimpin menaikkan dan menurunkan bendera tetapi seluruh rangkaian kegiatannya. Yang paling bangga dan haru ketika ditunjuk masuk keruang khusus tempat penyimpanan bendera pusaka yang dikibarkan di Jln. Pegangsaan Timur 56 sesaat setelah proklamasi oleh Proklamator Ir. Soekarno – Hatta mengumumkan Kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Setelah Sembilan tahun berselang akhirnya Letkol Kav Setiawan Arismunadar mendapat kehormatan sebagai Komandan Upacara Paskibraka di lapangan Merdeka Medan, “Saya bersujud pada Allah SWT, bersyukur pada bangsa dan Negara karena doa orang tua agar anaknya menjadi bagian dari pembangunan bangsa dikabulkannya. Letkol Kav Setiawan Arismunandar, S. IP dilahirkan di Purbalingga Jawa Tengah pada tanggal 3 Juli 1971 dari pasangan H. Suparlan dan Siti Masiyan. Hidupnya di lingkungan tentara, bersama 2 saudara kandungnya HendriPurnaningsih dan Sari Trinurvita dilewati dengan kedisiplinan. Didikan ketat agama dan moral membuat Letkol Kav Setiawan Arismunandar, S. IP muda tetap berprestasi, mulai dari SD di Condong Catur Yogyakarta, SMPN3 di tempat yang sama tetap juara, Catatan emas itu ditambah keberhasilannya menjadi pemenang dibanyak kegiatan termasuk kompetisi bidang Agama. Ingin meneruskan pengabdian Ompung dolina dan orang tuanya yang pahlawan, Letkol Kav Setiawan Arismunandar, S. IP ikut seleksi dan diterima di Akmil Magelang. Selesai pendidikan di tahun 1995 dan berdinas di Kostrad Cijantung, bergeser ke Bandung dan mengabdi di Tangerang kemudian ke Bandung dan Medan. Selama berdinas di Militer selalu berpacu pada petuah keluarganya yang harus bersikap ksatria. Disebabkan ihktiar itu pula membuatnya berkenalan dengan Dewi Muliawati SE. Jumpanya ketika Letkol Kav Setiawan Arismunandar berdinas di Universitas Tri Sakti Jakarta. Saat itu Dewi bersama rekan-rekanya sedang berjuang menuntut reformasi. Suasana mencekam terjadi tatkala ada huru-hara di almamaternya. Letkol Kav Setiawan Arismunandar dan rekan-rekannya melindungi mahasiswa dengan mengantar seluruh intelektul kampus hingga kedepan pintu rumah dan dari kedekatan hingga meninkahi perempuan kelahiran 7 Februari 1979, putrid pasangan Mhd. Usman dan Ai Herawati itu Letkol Kav Setiawan Arismunandar dikaruniai seorang buah hati yang bernama Mhd. Sultan Fasya. Letkol Kav Setiawan Arismunandar mengatakan “ Membangun Nasionalisme dan memposisikan keluarga sangat berperan penting dalam menciptakan generasi muda teruji dan terpuji “ Menjadi seorang Pahlawan seperti menjadi anggota Paskibraka tak dapat ditempa singkat tapi panjang dan jauh.
|